Sabtu, 31 Januari 2015

First Impression: Hyde, Jekyll, Me / 하이드 지킬, 나 (2015)

I’m hooked.

Heh?Setelah berpikir kesana kemari mengenai kesan pertama drama ini, jujur aku sendiri juga ngerasa bingung. Drama comeback Hyun Bin yang satu ini terasa...aneh. Aneh dalam artian negatif dan positif. Tapi, tetep enjoyable kok!It’s Hyun Bin, and how can you reject him without giving a try, huh?
---
Drama bertemakan mental illness memang sedang nge-tren sekarang, dan aku justru menyukai perubahan drastis ini. Dan salah satu mental illness yang lagi banyak dibicarakan dalam drama tidak lain adalah multiple personality disorder.

Saat pertama kali, melihat premis drama ini, jujur aku tidak terlalu tertarik. Tapi sekali lagi; ini Hyun Bin!Gimana bisa nolak!?Apalagi saat kita bisa melihat 2 sisi Hyun Bin yang begitu dingin sekaligus hangat?
Straight to the point aja deh. Hyde, Jekyll, Me adalah drama produksi SBS yang diadaptasi dari webtoon yang berjudul sama, yang jadi pengganti Pinocchio setelah drama Lee Jong-suk tersebut mengakhiri ceritanya 3 minggu yang lalu. Drama ini sendiri bercerita tentang Gu Seo-jin (Hyun Bin), seorang direktur taman hiburan bernama Wonderland yang ternyata memiliki multiple personality disorder. Alter-nya bernama Robin, adalah sosok yang suka menyelamatkan orang dan sangat hangat. Berbeda dengan Seo-jin yang selalu menutup diri dan berusaha sebaik mungkin agar fakta yang satu itu tidak terbongkar. 

Namun, kedatangan seorang wanita bernama Jang Ha-na (Han Ji-min) ternyata tidak membawa dampak baik baginya. Ha-na adalah seorang pemimpin sirkus bernama Wonder Circus yang memang merupakan bagian dari taman hiburan Wonderland. Mereka yang selalu bertengkar setiap kali ketemu tentunya gak menyangka kalau mereka bakal berakhir bersama nantinya, hahaha!Penasaran kan gimana kelanjutan ceritanya?Langsung deh, nonton drama-nya!/ceritanya promosi/

Nah, time’s to comment.

Meskipun membawa tema cerita yang sama dengan Kill Me, Heal Me-nya Ji Sung, drama ini benar-benar menghantarkan aura yang sangat berbeda dari karakter utamanya. Terutama Gu Seo-jin, yang memiliki 2 kepribadian yang selalu berusaha menyembunyikan Robin, dan menganggap bahwa kepribadiannya yang satu itu tidak akan muncul lagi.

Dan..Jang Ha-na muncul saat itu juga. Seo-jin yang selalu merasa jantungnya berdebar hebat semenjak Ha-na datang, sama sekali tidak menyadari bahwa gadis itulah penyebabnya. Namun, nalurinya berkata gadis itulah yang membuat jantungnya seperti ini. Dan saat itu..Robin muncul.

Premis drama ini sendiri terdengar sangat lemah, dan dibandingkan Kill Me, Heal Me, aku merasa ceritanya kurang tersusun sehingga 2 episode pertama terasa sedikit membosankan. Seo-jin yang tingkahnya terlalu dingin dan sedikit ‘menjijikkan’ memang selalu terlihat menyebalkan. Namun aku menyadari satu hal tentang itu.
 

Seo-jin bukannya ingin menyembunyikan emosinya, hanya saja ia takut bahwa Robin akan muncul, dan membuat semua orang di sekitarnya tidak bahagia. Ekspektasi ayahnya yang begitu besar pada dirinya, membuatnya memaksa dirinya sendiri untuk menjadi seorang manusia yang seringkali bersikap tidak manusiawi. Tidak ada emosi, tidak ada perasaan, dan tidak ada..cinta.

Karakter Seo-jin yang dijelaskan begitu arogan menyimpan banyak misteri di dalamnya. Dan itu mungkin salah satu alasan kenapa aku begitu tertarik dengan drama ini. Karakternya yang seakan tidak ‘diperbolehkan’ untuk merasakan sedikit saja mengenai kebahagiaan, dan karakternya yang selalu membangun dinding pembatas. Menjaganya agar tetap aman. Karena dengan begitu Robin tidak akan pernah muncul lagi, dan ayahnya tidak akan memperlakukannya seperti ini lagi.

Aku menduga ada sesuatu yang terjadi di masa lalu Seo-jin yang menyebabkannya memiliki kepribadian ganda, namun sayangnya sampai saat ini aku masih belum betul-betul menemukan bukti yang valid mengenai pemikiranku yang satu ini.


Tidak hanya Seo-jin, alter-nya Robin juga adalah karakter yang sangat menarik. Meskipun penampilan luarnya yang selalu ceria dan hangat, aku benar-benar merasa karakter-nyalah yang terasa paling menyedihkan.

Seo-jin, ayah, bahkan Sekretaris Kwon menyebutkan hal yang sama padanya; tidak ada alasan untuknya untuk muncul lagi. Dirinya yang merasa begitu terbuang, namun juga tidak bisa melakukan apapun mengenai itu benar-benar terasa sangat menyakitkan. Aku tidak tahu apa alasan aku merasa sangat emosional karena fakta ini, dan saat itu juga aku sadar, bahwa dua jiwa hidup dalam satu tubuh ini benar-benar memiliki masalah yang complicated. Meskipun begitu, hanya dengan kepribadian yang lainlah, mereka berbagi sakit dan senang. Seperti bagaimana saat Seo-jin yang menanggung semua beban, dan Robin yang selalu melepaskan sakitnya dengan selalu ceria dan menyelamatkan orang lain.
Next, Jang Ha-na.

Aku menyukai Han Ji-min sejak jaman Rooftop Prince, tapi...karakternya di sini sama sekali tidak membuatku tertarik. Meskipun aku bisa merasakan chemistry antara dua lead drama ini, tapi aku sama sekali tidak menemukan karakter Ha-na sebagai karakter yang ‘berbeda’ dari drama lainnya. 

Aku menyukai sikap kerasnya terhadap Seo-jin, dan tingkah imutnya saat bersama Robin, tetapi selain itu...aku tidak menemukan karakternya menarik perhatianku di dalam drama ini. Tapi, episode 4 benar-benar mengubah kesanku terhadap karakter Ha-na ini. Ha-na yang selalu dikelilingi berbagai hal mengenai sirkus yang juga memiliki ketakutan tersendiri, namun tetap ingin membantu melalui apapun yang bisa ia lakukan. Heroine seperti dirinya memang sedikit terlihat pasaran, tetapi aku merasa Han Ji-min menambah sedikit ‘bumbu’ di dalam aktingnya, sehingga membuat karakter Jang Ha-na terlihat sedikit berbeda dan hangat.

Selain kedua pemain di atas, aku tidak menemukan karakter yang benar-benar stand-out tapii...kita punya banyak karakter lucu dan menarik untuk dilihat. Seperti Sekretaris Kwon. Meskipun dia sama sekali tidak melakukan hal yang membuatku tertawa, tapi aku benar-benar menyukai karakternya. Kesetiaannya dengan Seo-jin, dan juga cara dia memahami Seo-jin benar-benar menyentuh, dan aku bisa melihat itu di matanya. Bahwa ia juga menyukai Gu Seo-jin versi Robin, tetapi Seo-jin tetaplah sudah berusaha keras dan Sek. Kwon adalah orang yang paling tahu mengenai hal yang satu itu.

Lalu ada Yoon Tae-joo. Meskipun adegannya di 4 episode pertama terasa sedikit datar dan tidak membawa hasil yang menarik, aku rasa karakternya akan semakin menarik nantinya. Mungkin karena aku benar-benar menyukai Sung-joon, dan aku percaya dia tidak akan membuat ekspektasiku hancur karena itu J
Masih banyak hal yang menarik dan mungkin terlihat cheesy dalam drama ini, tapi aku menyukai drama ini. Episode 3 dan 4 benar-benar melampaui ekspektasiku, dan aku suka drama ini karena depth yang dimiliki kedua kepribadian (Robin dan Seo-jin) dan juga bagaimana seorang wanita terjebak di antara mereka.

Semuanya terasa lebih dari sekedar masa lalu, dan aku berharap drama ini tidak akan menggagalkan ekspektasiku!

See you on the next post!

             
P.S: Don't forget to hear the ost!The one that sung by Baek Ji-young was definitely amazing, and i've repeated it for hundredth times, guys!                     
-Kei-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Book Rant: Antologi Rasa by Ika Natassa

Well, well, well. First, this is not a spoiler-free rant, read this on your own risk. I just can't believe that I've spent nea...